Magetan – Buku Kronik Tiga Abad Temboro yang ditulis sejak 2022 hingga 2023 dan diterbitkan dalam edisi revisi pada 2024 itu mengulas perjalanan sejarah Temboro selama kurang lebih tiga abad. Pembahasannya dimulai dari asal-usul leluhur masyarakat Temboro pada masa Mataram hingga perkembangan Kampung Temboro pada 2024.
Melalui buku tersebut, pembaca dapat melihat gambaran Temboro dari masa ke masa, termasuk berbagai perubahan sosial dan perkembangan masyarakatnya.
Keberadaan Kronik Tiga Abad Temboro di Perpustakaan Umum Magetan menjadi hal yang menarik. Sebab, buku tersebut tidak hanya mencatat sejarah sebuah kampung, tetapi juga memuat berbagai informasi yang berkaitan dengan sejarah lokal Magetan.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Magetan bahkan pernah menyelenggarakan bedah buku tersebut pada Rabu, 17 September 2025. Kegiatan yang berlangsung di Graha Pusat Literasi Magetan itu mengangkat buku Kronik Tiga Abad Temboro sebagai salah satu literatur lokal yang dinilai memiliki nilai penting bagi dokumentasi sejarah daerah.
Bedah buku tersebut dihadiri masyarakat umum, pegiat dan pemerhati sejarah lokal Magetan, komunitas guru dan literasi, hingga para pengurus atau takmir masjid serta pondok pesantren.
Dalam kegiatan itu, Dinas Arpus menghadirkan dua pembedah. Mereka adalah Teguh Wahyu Utomo, yang akrab disapa Pak Tom, penulis, editor, dan wartawan senior dari Surabaya, serta Asep Yudha Wirajaya, dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dengan dipandu oleh Endro Tri Murdoyo, guru SMPN 1 Magetan, sebagai moderator.
Masuknya Kronik Tiga Abad Temboro ke dalam koleksi Perpustakaan Umum Kabupaten Magetan diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk mengenal sejarah Temboro. Buku tersebut juga dapat menjadi salah satu rujukan bagi generasi muda yang ingin mengetahui perjalanan sejarah kampung yang memiliki hubungan erat dengan perkembangan kehidupan keagamaan di Magetan tersebut.
Ke depan, diharapkan semakin banyak buku yang lahir dari para penulis Temboro yang mengangkat berbagai sisi kehidupan serta sejarah lokal. Dengan demikian, karya-karya tersebut tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga dapat menjangkau pembaca di tingkat nasional, bahkan internasional.
Eh, Ada Kronik di Perpustakaan Magetan
Buku Kronik Tiga Abad Temboro karya Dadang Budiana ternyata telah menjadi salah satu koleksi Perpustakaan Umum Kabupaten Magetan.

GALERI
Foto Tambahan

